Rabu, 18 April 2012

Quiz Author of the Month 2


Kate DiCamillo 

1.      Kate DiCamillo was born in……………………….. and at age 5 moved to………………………………. because of …………………………………………………
2.      In 1987, DiCamillo received an English degree at the …………………………………………… and worked for various jobs after graduation.
3.      Who was the 1st owner of Edward Tullane?
a.      Bull
b.      Bryce
c.       Abillene
d.      Sarah Ruth
4.      How did Nellie give name to the rabbit given by her husband?
5.      What happened to Edward when police found Rob, Lucy and him in the train?
…………………………………………………………..
6.      At the end of the story, who took Edward from Lucius Clarke shop?...........................
7.      In what year did The Tale of Desperaux win the Newbery Medal?
8.      In The Tale of Desperaux, Antoinette Tilling named her baby Desperaux because ……….. ……………………………………………………………………
9.      In The Tale of Desperaux, what instrument did King Philip play for his daughter?
a.      Piano
b.      Flute
c.       Violin
d.      Guitar
10.  What was the name of the evil rat that made the queen had the heart attack?
a.      Botticelli
b.      Chiaroscuro
c.       Hovis
d.      Furlough
11.  After the dead of the queen, the king announced that ………………………, …………………………, and …………………………. were outlaw and illegal.  
12.  In 2005, Because of Winn-Dixie was released as a film by ………………………………………………...
13.  When Miss Franny first saw Winn-Dixie at the window in library, what did she think he was?
a.      Bear
b.      Pony
c.       Deer
d.      Wolf
14.  In Because of Winn-Dixie, what book did Opal read to Gloria Dump? ..................................................................
15.  In Because of Winn-Dixie, what was Otis in jail for?
a.      Singing too loudly
b.      Playing his guitar in public
c.       Stealing store merchandise
d.      Breaking and entering the Museum
16.  In The Tiger Rising, what was the name of the motel that Rob and his father lived?
a.      Kentucky Star
b.      Florida Star
c.       Beauchamp
d.      Lister
17.  What did Rob find in the forest behind the motel? ……………………………………………………
18.  What did Rob, his father, Sistine, and Willie May do to the dead tiger?
…………………………………………………………………
19.  What is the name of a pig that belongs to the Watson family? ………………………………..
20.  How many series of the book Mercy Watson? ……………………………………………….


                                                      

Quiz Author of the Month



 Enid Blyton Quiz




1. Which of these character is half brownie, half human?
a)      Moonface
b)      Mr Pink-Whistle
c)      The Angry Pixie
d)     Sooty
2. This fairy lives in the Faraway Tree
a)      Satin
b)      Satine
c)      Sukie
d)     Silky
3. Who lives in Toyland?
a)      Noddy
b)      Tessie Bear
c)      All of these
d)     Mr Plod
4. This Malory Towers student was never in North Tower, and loved playing pranks.
a)      Betty
b)      Jo
c)      June
d)     Moira
5. Who are the three ORIGINAL children from the book 'The Enchanted Wood'?
a)      Jo, Bessie and Fanny
b)      Dick, Connie and Fanny
c)      Jo, Connie and Fanny
d)     Jo, Connie and Bessie
    
6. Who was the naughty toy that none of the other toys liked?
Answer:



(Two Words, girls names)
7. Where does Dame Washalot live?
a)      Malory Towers
b)      Fairyland
c)      The Haunted Forest
d)     The Faraway Tree
8. Who are the two children from the book 'The Wishing Chair'?
a)      Peter and Bessie
b)      Connie and Peter
c)      Mollie and Peter
d)     Jo and Mollie
9. Pick the odd one out. (All from the same book).
a)      June
b)      Pamela
c)      Nora
d)     Susan
10. This book features the character Chinky.
a)      The Enchanted Wood
b)      The Naughtiest Girl Again
c)      First Term At Malory Towers
d)     The Wishing Chair


  

Selasa, 13 Maret 2012

Tips Merawat Buku


Siapa manusia yang tidak suka dengan buku? Rasanya tidak ada. Kita semua senang membaca buku dan menjadikannya koleksi. Koleksi perpustakaan pribadi bisa memberikan daya tarik intelektual tersendiri bagi pemiliknya.

Kita sering merasa sedih jika koleksi buku kesayangan terlihat kotor, berlipat-lipat dan cacat. Jika tidak ingin koleksi buku kita mengalami nasib seperti itu, ada baiknya memperhatikan tips perawatan buku sebagai berikut:

1. Menyampul buku dengan plastik transparan agar buku terlindung dan tetap mudah dikenali. Pilihlah sampul yang memiliki ketebalan yang pas.

2. Pilihlah buku dengan hard cover karena buku akan lebih terlindung dengan sampul yang tebal. Anda bisa mempergunakan jasa fotokopi untuk membuatnya.

3. Pakailah pembatas buku untuk menandai halaman terakhir Anda membaca sehingga buku terhindar dari lipatan-lipatan.

4. Buku-buku disimpan di rak dalam keadaan berdiri ke samping sehingga udara dapat melalui sela-selanya. Jangan menumpuk buku agar huruf-huruf tidak cepat pudar dan jilidnya jadi mudah lepas. Temperatur ruangan juga tidak boleh lembab.

5. Tebarkan kapur barus dan kantung-kantung mungil berisi butiran merica untuk menjauhkan ngengat dari koleksi buku kita.

6. Jika tidak sengaja terguyur air, keringkan buku dengan menggunakan pengering rambut dan kemudian minimalkan kerusakannya dengan bantuan setrikaan.

7. Hindarkan buku dari air, minyak, debu dan panas matahari langsung atau lampu yang berkekuatan tinggi karena kertasnya akan cepat berjamur, menguning dan mudah sobek.

Semoga tips ini dapat bermanfaat.


Senin, 12 Maret 2012

Bagaimana Membuat Penelusuran di Internet Efektif

Kita sedang hidup di era yang serba cepat yang ditandai dengan kecepatan arus informasi. Sepertinya semua orang dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, dimana pun dan kapan pun. Kita cenderung memilih sumber yang tercepat oleh sebab itulah internet menjadi sarana pembagian dan pengambilan informasi yang paling diminati. 

Untuk membuat penelusuran informasi di internet lebih efektif, kami ingin membagikan situs-situs yang bisa dilihat sesuai dengan keperluan masing-masing : 

1. Google. com – Reading Level 
    Situs ini menyediakan artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang sudah disesuaikan tingkat 
    kemampuan berbahasa Inggris pengguna. 

2. Google.com – Timeline 
    Situs ini menyediakan artikel-artikel yang sudah dipilah-pilah berdasarkan tahun artikel 
    tersebut dipublikasikan. 

3. Google.com – scholar 
    Situs ini menyediakan pernyataan para ahli mengenai artikel yang kita temukan.
4. Google.com/squared
    Situs ini memampukan kita menambahkan jendela penelusuran

5. Boolify.org 
    Situs ini menyediakan cara penelusuran yang lebih spesifik dan menyenangkan dengan 
    tambahan beragam warna dan bentuk.

6. Twingine.com 
    Situs ini memampukan kita membuka 2 mesin pencari pada waktu bersamaan. 

7. Factbites.com 
    Situs pencarian berupa ensiklopedia.

8. Text2mindmap.com 
    Situs ini mampu mengubah kata-kata ke dalam bentuk mindmap.

9. Wordsift.com
    Situs ini menyediakan pencarian dengan teks gambar. 

10. Tikatok.com
      Ciptakanlah bukumu sendiri dengan situs ini. Mudah sekali!

11. Spellify.com 
      Situs ini akan mengecek setiap kata pada paragraf yang kita tulis. 

12. Litcharts.com
      Situs ini menyediakan petunjuk seri karya sastra terbaru di internet. 

13. Embedplus.com
      Situs ini memudahkan kita mengedit dan melihat video yang sudah di-upgrade.

Mulailah menggunakan situs-situs ini, hematlah waktu kamu dan selamat mencoba :) 



Selasa, 21 Februari 2012

What's On In Our Library?

Sudah jadi kebiasaan perpustakaan kami untuk mengisi kolom-kolom di softboard depan dengan hal-hal seputar informasi terbaru dan menarik mengenai perpustakaan. Kami beri judul "What's On In Our Library?". Bagi saya selaku petugas sirkulasi yang juga menangani dekorasi perpustakaan, kolom ini gampang-gampang susah. Pasalnya, sudah tentu mudah sekali mengetahui perubahan dan perkembangan yang ada di dalam perpustakaan tempat saya bekerja. Sulitnya, saya harus memilah-milah apakah informasi tersebut perlu diketahui user dan tentunya dampak yang dihasilkan dari informasi tersebut.

Pikir punya pikir, akhirnya saya memutuskan untuk mempublikasikan 3 hal:
1. User of the Month
2. The Most Visiting Class of the Month
3. The Most Borrowed Book of the Month
Ketiganya semacam pemilihan yang ter-, semacam kompetisi kecil-kecilan antarsiswa, antarkelas dan antarbuku.

Hasilnya? Saya melihat bagaimana user dari kalangan siswa tertarik untuk meminjam lebih banyak buku, mengembalikannya tepat pada waktunya dan bersikap lebih baik ketika mereka datang berkunjung ke perpustakaan. Kami memberikan bentuk penghargaan kecil-kecilan untuk para pemenang, misalnya untuk yang nomor 1, kami berikan buku baru gratis dan nama serta foto yang terpampang di softboard kami (popularitas :D). Untuk yang nomor 2 dan nomor 3, kami hanya memampang daftar juara ke-1 hingga ke-3.
Rekan kami di perpustakaan Junior memberikan penghargaan berbentuk piala bergilir dan gambar bintang untuk kompetisi nomor 2.

Kompetisi memang memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan, asalkan dilakukan dengan jujur dan positif. Dan kami merasakan manfaatnya dalam meningkatkan minat baca dan kedisiplinan para user.

Sejarah Indonesia ditulis Orang Bule?

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekolah tempat kami bekerja mengadakan suatu acara perayaan yang mengangkat tema "Bahasaku Cerminan Bangsaku". Perpustakaan turut mendukung kegiatan ini dengan cara menambahkan koleksi-koleksi buku bacaan ber-genre sejarah beberapa daerah di Indonesia. Dengan penambahan ini diharapkan para siswa dan guru akan meminjam buku-buku tersebut dan rasa cinta serta kebanggaan sebagai warganegara Indonesia bertumbuh.

Melihat tampilan buku-buku yang baru dibeli ini, saya merasa kagum karena sudah baik dan menarik. Tetapi yang mengganggu perasaan saya adalah hampir semua buku-buku tersebut ditulis oleh pengarang di luar Indonesia alias bule. Pertanyaan-pertanyaan timbul di dalam hati saya. Apakah pengarang Indonesia tidak tertarik lagi dengan sejarah bangsanya sendiri? Apakah kecintaan terhadap tanah air sudah benar-benar pupus?

Sebelum tulisan ini diturunkan, ternyata majalah Tempo sudah mengeluarkan tulisan sangat lengkap mengenai topik ini. Akh, saya keduluan. Bercermin pada diri saya sendiri, mewakili masyarakat Indonesia kebanyakan, saya memang tidak tahu apa-apa tentang sejarah Indonesia sehingga saya tidak punya keberanian untuk segera memajang tulisan ini.

Senin, 24 Oktober 2011

Prihatin dengan Nasib Sastra Klasik Indonesia

Beberapa hari lagi, sekolah kami akan mengadakan bulan bahasa. Acara ini diadakan untuk menyambut hari Sumpah Pemuda. Saya bangga dengan hal ini karena walaupun sekolah kami menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, namun tetap mengingat momen bersejarah ini. Sekolah kami memutuskan untuk memberikan penghargaan berupa buku-buku sastra klasik Indonesia bagi para pemenang lomba dalam acara ini.

Ketika kami bermaksud membeli buku-buku tersebut di salah satu toko buku besar di Jakarta, kami tidak dapat menemukannya. Salah satu pegawai pemasarannya menyarankan kami menghubungi Balai Pustaka (BP) yang sudah pasti menyediakan buku-buku tersebut. Saya melakukan pencarian lewat internet dan ternyata toko buku yang pernah beroperasi di dekat Terminal Senen itu sudah tutup. Pemesanan buku hanya dapat dilakukan melalui belanja lewat internet. "Tidak apalah, mungkin si pemilik tidak mau menghabiskan dana lebih untuk pemeliharaan gedung, lagipula peminat bacaan buku-buku sastra klasik sangat terbatas," pikir saya.

Lalu, saya membuka bagian katalog buku. Daftar buku yang ditampilkan tidak seperti yang saya harapkan karena tidak lengkap. Pernah satu kali kami memesan satu paket sastra klasik yang mewah tampilannya dan harganya juga lumayan tinggi, lebih dari 2 juta rupiah untuk 16 buku. Sedangkan yang kami inginkan adalah buku-buku sastra dengan sampul biasa yang pernah diproduksi BP. Perpustakaan kami sudah mengkoleksi hampir semua judul sastra klasik Indonesia. Kami pikir pasti akan lebih mudah membeli buku yang sama di toko buku yang sama. Ternyata perkiraan kami salah. Karena keterbatasan waktu, akhirnya kami membeli buku-buku novel Indonesia masa kini.

"Mengapa begitu sulit mencari buku-buku sastra bangsa sendiri?", "Sudah tidak cintakah bangsa ini terhadap warisan sastra-nya?", "Mengapa kita tidak meniru bangsa lain yang mencetak ulang sastra klasiknya dengan kemasan yang lebih menarik dan terjangkau? atau dalam bentuk film?" Saya tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Saya akhirnya mengerti mengapa generasi sekarang ini tidak peduli dengan bangsanya sendiri. Karena tidak tahu. Benarlah peribahasa yang mengatakan tak kenal maka tak sayang.

Untuk saat ini, saya hanya bisa prihatin.